Hukum

MAKI Anggap Penahanan Fredrich oleh KPK Langkah yang Tepat

Fredrich Yunadi dan Bimanesh Jadi Tersangka

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Penahanan pengacara Fredrich Yunadi dan penentuan tersangka terhadap dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta, Bimanesh Sutarjo, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap sebagai langkah yang tepat.

Hal tersebut ditegaskan oleh aktivis Masyarakat Anti Korupsi  Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Menurutnya, ada indikasi penyalahgunaan profesi yang dilakukan oleh Fredrich dan Bimanesh dengan sengaja menghalangi penyidikan kasus e-KTP.

“Kemarin, pimpinan KPK mengatakan alih-alih melakukan profesinya, [mereka] dengan jelas menyalahgunakan profesinya, bahkan membuat rekam medis, misalnya,” kata Boyamin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/1/2018).

Baca juga: Proyek Reklamasi, Yusril Sebut Anies-Sandi Terjebak dan Terikat dengan Janji Kampanye

Fredrich dan Bimanesh dianggap telah menghambat petugas saat mengambil tindakan terhadap terdakwa kasus korupsi kartu e-ID Setya Novanto atau Setnov.

“Memang tepat, keduanya menyalahgunakan profesinya dan mencegah penyidikan, itu saja sudah cukup tinggi (hukuman),” kata Boyamin.

Seperti diketahui, pengacara Fredrich Yunadi secara resmi ditahan KPK pada Sabtu, 13 Januari 2018. Ia ditangkap bersama Setya Novanto di Pusat Penahanan di Gedung Pendukung KPK, Jalan Kuningan Persada, K4 Plot, Jakarta Selatan.

Fredrich Yunadi dinyatakan sebagai tersangka bersama dokter dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Keduanya disebut sebagai tersangka sehubungan dengan dugaan perintangan kasus penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Setnov.

Baca juga: Fredrich Yunadi Ditangkap karena Lakukan Kejahatan, Begini Kronologisnya

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!