Hukum

Terungkap, Inilah Motif Pembunuhan Sadis di Banda Aceh

Motif Pembunuhan di Aceh

SELIDIKI.COM, BANDA ACEH – Polda Aceh telah selesai melakukan pemeriksaan awal terhadap kasus pembunuhan keluarga di Gampong, Desa Mulia, Banda Aceh, yang terjadi beberapa waktu lalu dan kejadian itu diduga karena motif sakit hati.

“Tersangka RM diduga melakukan pembunuhan terhadap korban dan seluruh keluarga karena sakit hati, tersangka mengaku sering dimarahi korban, tersangka bekerja di tempat korban sebagai sopir,” kata Kepala Divisi Humas Polda Aceh Senior Komisaris Polisi Misbahul Munauwar di Banda Aceh, Kamis (1/11/2018).

Sebelumnya, polisi menangkap tersangka RM (22), warga Kabupaten Aceh Jaya, di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (1/10) sekitar pukul 6 sore waktu setempat. Tersangka ditangkap tanpa perlawanan.

Korban penghuninya adalah Tjisun (45), istrinya Minarni (40), dan putrinya Callietos (8). Ketiga korban tewas dalam luka serius akibat diretas dan ditikam.

Keluarga korban tinggal di Gampong Mulia, Kecamatan Banda Raya. Korbannya adalah distributor makanan ringan dan bahan makanan. Pencuri RM bekerja dengan korban sebagai sopir sejak dua bulan lalu. seluruh keluarga diketahui telah terbunuh pada Senin (1/8) malam.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Misbahul, tersangka membunuh satu keluarga pada Jumat (1/5) sekitar pukul 3 sore.

Baca juga: Diduga Merintangi Penyidikan Kasus Korupsi e-KTP SetNov, Fredrich Yunadi Jadi Tersangka

“Yang pertama dibunuh oleh korban adalah suami, maka istri dan yang terakhir adalah anaknya. Tersangka mengaku membunuh ketiga korban dengan menggunakan pisau,” kata Misbahul.

Setelah pembunuhan tersebut, katanya, tersangka RM melarikan diri ke Kabupaten Aceh Barat. Tersangka di Aceh Barat dilacak. Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Banda Aceh dipimpin oleh Ajun Komisaris Polisi M Taufik memburu tersangka sampai Meulaboh, Aceh Barat.

Namun, tersangka RM telah pindah ke Aceh Barat Daya. Polisi mengejarnya ke Blangpidie. Sekali lagi tersangka telah pindah ke Medan, Sumatera Utara.

“Tim dikoordinasikan dengan Polda Sumatera Utara, dan akhirnya personil protokol Kepolisian Daerah Aceh yang bertugas di Bandara Kuala Namu menangkap tersangka. Setelah ditangkap, tersangka dibawa ke Kantor Polisi Deli Serdang dan kemudian dibawa ke Sumatera Utara. Markas Polisi, “katanya.

Selain tersangka RM, lanjutnya, pihak kepolisian juga mengamankan pasangannya dengan inisial Saf. Saf diamankan untuk menginap dengan RM di Bandara Kuala Namu. Saf diamankan untuk diinterogasi.

“Tersangka RM terancam oleh Pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dan menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. Beberapa bukti telah diamankan, termasuk sepeda motor korban yang ditinggalkan di Aceh Barat,” kata Misbahul Munauwar.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Muhammad Taufik juga menerangkan bahwa peristiwa naas itu terjadi saat Tjie Sun memaki RM dengan kata kasar. Korban juga menyebut kerja RM lambat.

“Motifnya karena terangka sakit hati terhadap korban. Tersangka dongkol dikatai kerjanya lambat. Korban juga memaki dengan perkataan kasar. Setelah itu tersangka kalab dan memukul korban,” terang AKP Taufik, Kamis (11/1/2018).

Ridwan diduga menganiaya Tjie Sun hingga tewas. Peristiwa itu membuat suara gaduh dalam rumah. Akibatnya, istri korban, Minarni (40) yang saat itu sedang mandi, keluar dari kamar mandi untuk melihat kondisi rumah.

“Korban perempuan yang masih pakai handuk mandi juga dibunuh. Kemudian tersangka membunuh anak korban,” pungkasnya.

Sebelumnya, pembunuhan satu keluarga di Jalan Tgk Malem Muda, Kelurahan Gampong Mulia, Kota Banda Aceh terjadi pada 4 Januari 2018. Peristiwa ini pun menghebohkan warga sekitar.

Polisi menemukan tiga jenazah korban yakni Tjie Sun (46), Minarni (40) dan anak laki-laki mereka bernama Callietosng (8). Saat ini polisi masih memeriksa tersangka yang sebelumnya sudah ditangkap di Bandara Kualanamu, Deliserdang pada 10 Januari 2018.

Baca juga: Jonghyun SHINee Tulis Selamat Tinggal Sebelum Bunuh Diri

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!