Ekonomi

Pemerintah Minta Facebook dan Twitter untuk Bayar Kewajiban Pajak Segera

Pemerintah Minta Pajak Dari Facebook dan Twitter

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan terus mengumpulkan pemasukan pajak dengan menggunakan pajak dari penyedia layanan digital berbasis Internet (Over The Top / OTT) seperti Facebook dan Twitter.

Direktur Pelayanan Konseling dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, saat ini direktorat sedang membujuk perusahaan untuk mematuhi kewajiban perpajakan.

Menurutnya, hal ini juga telah dilakukan terhadap perusahaan jasa digital terbesar, yaitu Google.

Baca juga: Pencarian Google Paling Populer di Tahun 2017 Terungkap

“Kami menempatkan pendekatan yang lebih persuasif, artinya kami meminta mereka [Twitter dan Facebook], seperti yang kami lakukan dengan Google,” kata Yoga di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (1/5/2018).

Berhasil Mengumpulkan pajak dari Google

Berkaca pada keberhasilan mengumpulkan pajak Google, Yoga berharap menggunakan cara yang sama seperti direktorat dapat membuat Twitter dan FB membayar pajak. Meski proses ini memakan waktu cukup lama.

“Kami persuasif dulu, saya rasa ada juga yang mengajukan pendaftaran yang telah dilakukan dengan baik,” katanya.

Sebelum diperiksa oleh DJP, dia mengharapkan perusahaan segera membayar kewajiban pajaknya. Hal ini harus dilakukan karena merupakan salah satu peraturan yang ada di Indonesia.

Baca juga: Cara Diterima Kerja di Google dengan Mudah dan Berhasil

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!