Good Food

Makanan Kaya Serat Ternyata Bisa Kurangi Diabetes

Makanan Kaya Serat Ternyata Sembuhkan Diabetes

SELIDIKI.COM – Jika Anda sering mengonsumsi makanan lemak dan gula tinggi tapi rendah seratnya, maka itu bisa meningkatkan risiko penyakit radang usus, kenaikan berat badan, dan juga diabetes.

Para ahli mengatakan bahwa makanan berserat yang ditemukan dalam buah, kacang polong, sayuran dan biji-bijian, adalah makanan sehat. Serat ini mempertahankan pencernaan oleh tubuh namun mudah diproses oleh bakteri di dalam usus.

Jumlah serat dalam makanan seseorang dapat mempengaruhi kenaikan berat badan, gula darah, sensitivitas insulin dan kesehatan usus besar.

Baca juga: Cara Meningkatkan Kesehatan Tulang, Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Kekurangan serat, di sisi lain, menyebabkan bakteri encer terhadap lapisan mukosa di usus besar dan bakteri ini meningkatkan penyakit usus inflamasi, berkontribusi pada penambahan berat badan dan diabetes.

“Diet yang tidak mengandung serat mengubah komposisi bakteri dan metabolisme bakteri, yang pada gilirannya menyebabkan cacat pada lapisan dalam lendir dan memungkinkan bakteri menutup (encroach), sesuatu yang memicu peradangan dan pada akhirnya penyakit metabolik,” kata Gunnar C. Hansson. , Profesor di Universitas Gothenburg di Swedia, seperti dikutip dari The Indian Express, Rabu (27/12/2017).

Baca juga: Makanlah Makanan Ini untuk Mengurangi Stres Anda

Hasilnya, yang dipublikasikan di jurnal Cell Host dan Microbe, didasarkan pada studi tikus kembar. Dalam kedua penelitian tersebut, tim tersebut memberi makan sekelompok tikus dengan serat rendah.

Dalam studi pertama, setelah hanya tiga sampai tujuh hari diet rendah serat, tikus tersebut mengalami masalah dengan lapisan lendir pelindung di usus besar.

Lapisan mukosa ini menjadi lebih mudah ditembus dan bakteri digerogoti pada sel epitel kolon.

Dalam studi kedua, titik dua tikus pada diet serat rendah menyusut secara signifikan dalam ketebalan dan mereka mengembangkan ketidakseimbangan yang tidak sehat dari strain bakteri yang berbeda.

“Temuan ini menunjukkan pentingnya lapisan lendir dalam memisahkan bakteri dan manusia, yang menggambarkan dengan baik bagaimana secara dinamis dan cepat respon terhadap perubahan pola makan dan bakteri,” kata Hansson.

Baca juga: Zaskia Gotik Ungkap Rahasia Hidup Sehatnya, Beginilah Caranya

—-

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!