Daftar Top 10

10 Makhluk Paling Berbahaya Di Muka Bumi

Makhluk Paling Berbahaya Di Dunia

SELIDIKI.COM – Kita sering disuguhkan oleh keindahan pemandangan alam yang ada di perairan Indo Pasifik dan sebagian gurun Sahara Afrika. Namun siapa sangka ternyata dua daerah itu juga dihuni oleh makhluk-makhluk yang paling berbahaya di muka bumi.

Jika kita mendengar ikan hiu mungkin merajai makhluk pemangsa yang paling ganas di dunia dan di urutan kedua terdapat laba-laba yang bisanya cenderung sangat mematikan.

Tapi ketika kamu mencari fakta dan menyelidiki tentang makhluk-makhluk ini ternyata bukanlah makhluk yang paling banyak memakan korban di planet ini.

Ternyata, masih ada spesies lain yang justru benar-benar mematikan dan memakan banyak korban di dunia.

Makhluk  apakah itu mari kita baca sepuluh makhluk paling berbahaya di dunia berikut ini.

10. Cape Buffalo (Kerbau Cape)

Cape Buffalo

Kerbau Cape, yang jumlahnya sekitar 900.000 dan ditemukan di sub-Sahara Afrika, adalah spesies yang cenderung jinak  saat ditinggalkan sendirian.

Mereka lebih memilih untuk melakukan perjalanan untuk merumput di pagi dan sore hari dan berkumpul di sekitar sungai agar tidak kehausan.

Ketahuilah, jika salah satu gerombolannya  terancam atau terluka, mereka  dapat berubah beringas menjelma seperti  julukan mereka “The Black Death”.

Kerbau Cape dilaporkan bertanggung jawab untuk banyak kematian para pemburu di benua ini daripada makhluk lainnya.

Raksasa ini, bisa tumbuh setinggi hampir enam kaki dan beratnya mendekati satu ton. Mereka biasa mengelilingi dan menguntit mangsanya sebelum mengisi kecepatan hingga 35 mil per jam.

Mereka bahkan diketahui terus melakukan pengejaran walaupun mereka terluka, dan tidak akan ragu untuk menyerang kamu walau kamu berada di dalam kendaraan yang bergerak.

Kamu tentu ga kepikiran lagi untuk mencoba mengganggunya kan?

Baca juga: 10 YouTuber dengan Bayaran Tertinggi Tahun 2017

9. Cone Snail (Siput Beracun)

 

Siput Beracun

Makhluk ini ditemukan di perairan hangat daerah tropis (sekitaran Karibia, Hawaii, dan Indonesia).

Siput indah ini mudah dikenali dengan ciri khasnya yaitu berwarna cokelat dan putih.  Mereka dapat dilihat di kedalaman dangkal pinggiran pantai.

Mereka biasa menempel di terumbu karang dan formasi batuan atau  di bawah tumpukan pasir. Tapi jangan coba-coba menyentuhnya.

Hewan spesies gastropoda ini memiliki kaki hingga 4 sampai 6 inci. Gigi  mereka tersembunyi dan berserakan mengandung racun kompleks yang dikenal sebagai conotoxin. Oleh karena itu, siput ini menjadikannya salah satu spesies siput yang paling berbisa.

Jika kamu terlanjur terkena bisanya cepat-cepat bawa  langsung ke gawat darurat untuk diberikan antivenin (anti Infeksi).

Racunnya menghentikan sel-sel saraf untuk menghubungkan satu sama lain. Makhluk itu akan memberimu kelumpuhan dalam beberapa saat, jika tidak lekas ditolong maka korbannya  akan mengalami kematian.

Itulah kenapa spesies ini diberi julukan “bekicot rokok”  karena korbannya hanya akan diberi cukup waktu untuk mengisap sebatang rokok  sebelum dia mati.

8. Golden Poison Dart Frog (Katak Beracun)

Katak Beracun

Katak beracun ini adalah sedikit dari spesies katak yang sangat mematikan.

Katak ini berwarna cerah, kebanyakan hidup di Amerika Utara bagian utara. Yang paling mematikan adalah yang berwarna emas, katak ini menghuni hutan hujan kecil di sepanjang pantai Pasifik Kolombia, dan tumbuh sekitar dua inci.

Racunnya, yang disebut batrachotoxin, sangat berbisa  sehingga untuk membunuh sepuluh pria dewasa, hanya dengan dua mikrogram.

Kira-kira dosisnya sesuai dengan kepala jarum yang dibutuhkan untuk membunuh satu individu. Tapi apa yang membuat amfibi ini sangat berbahaya adalah karena kelenjar racun terletak di bawah kulitnya, yang hanya dengan bersentuhan  akan menimbulkan efek serius.

Tidak mengherankan orang-orang suku asli disana memanfaatkan racunnya untuk ditempatkan pada ujung panah mereka untuk berburu selama berabad-abad.

Sayangnya, penggundulan hutan telah menempatkan kodok itu pada beberapa daftar yang terancam punah.

Hati-hati bila suatu saat kamu bertemu dengannya jangan coba mendekatinya. Cukup saja sapa “Hai” dengannya.

7. Box Jellyfish (Ubur-ubur Kotak)

ubur-ubur

Sering ditemukan mengambang atau bergerak dengan kecepatan mendekati lima mil per jam di perairan Indo-Pasifik utara Australia, invertebrata yang transparan ini hampir tak terlihat dan dianggap oleh National Oceanic and Atmospheric Administration sebagai hewan laut paling berbisa di dunia.

Bingkai yang menyerupai kardus yang ada pada tubuh mereka berisi 15 tentakel di sudutnya.

Masing-masing mereka memiliki tumbuh setinggi 10 kaki. Semuanya dilapisi dengan ribuan sel menyengat – yang dikenal sebagai nematocyst – yang mengandung racun yang menyerang jantung, sistem saraf, dan sel kulit secara bersamaan.

Racunnya sangat kuat dan luar biasa sehingga banyak korban manusia, dari ratusan kejadian fatal yang dilaporkan setiap tahun, telah diketahui mengalami shock dan tenggelam atau meninggal karena gagal jantung sebelum mencapai pantai.

Bahkan jika kamu cukup beruntung untuk sampai ke rumah sakit dan menerima penawarnya. Orang yang selamat kadang-kadang dapat mengalami rasa sakit yang cukup lama selama berminggu-minggu bahkan mengakibatkan bekas luka buruk dari tentakel makhluk itu.

Baca juga: 10 Jet Tempur Tercanggih Abad Ini

6. Puffer Fish (Ikan buntal)

puffer fish selidiki.com

Ikan ini terletak di laut tropis di seluruh dunia, terutama di sekitar Jepang, China, dan Filipina. Mereka adalah vertebrata paling beracun kedua di planet ini (setelah katak panah  emas).

Mereka bisa dibilang lebih berbahaya karena neurotoxin mereka, yang disebut tetrodoxin. Racunnya bisa ditemukan di kulitnya, jaringan otot, hati, ginjal, dan gonad. Semua bagian tersebut harus dihindari ketika manusia ingin mengkonsumsinya.

Resiko kematian dari ikan puffer (buntal) ini meningkat saat memakannya di negara-negara seperti Jepang, di mana dianggap kelezatan yang dikenal sebagai fugu dan hanya dapat disiapkan oleh koki terlatih dan berlisensi namun tetap saja racunnya tertelan secara tidak disengaja.

Kematian akibat konsumsi terjadi beberapa kali setiap tahunnya. Tetrodotoxin sampai 1.200 kali lebih beracun daripada sianida, dan dapat menyebabkan lidah dan bibir membengkak, pusing, muntah, aritmia, sulit bernapas, kelumpuhan otot dan, jika tidak diobati, maka akan mendatangkan kematian.

Baca juga: 10 Mitos Makhluk Aneh Di Dunia, Yuk Kita Selidiki!

Baca halaman selanjutnya: ” 5. Black Mamba…”

Sharing is caring!
  • 4
    Shares
  • 4
    Shares

Laman: 1 2

To Top
error: Content is protected !!