Astronomi

Malam Ini Puncak Hujan Meteor Geminid, Apa Istimewanya?

Geminid Meteor Shower SelidikiNews

SELIDIKI.COM – Malam ini langit kembali akan menghiasi dirinya dengan fenomena meteor tahunan. Pada pertengahan minggu ini puncak hujan meteor Geminid akan tampak terlihat dengan mata telanjang.

Hujan meteor Geminid pada tahun ini memang diyakini jadi paling istimewa. Sebab, hujan meteor yang terjadi tiap Desember ini akan muncul lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, hujan meteor Perseid pada Agustus lalu.

Ilmuwan Meteoroid Environment Office NASA, Bill Cooke, menjelaskan, hujan meteor Perseid tak bisa disaksikan dengan sempurna oleh pengamat di Bumi, karena penampakan hujan itu dikaburkan oleh sinar Bulan yang sedang cerah-cerahnya.

“Geminid akan menjadi hujan meteor terbaik tahun ini. Saat itu datang, bulan sabit masih tipis dan memudar, ini tidak akan merusak pertunjukan hujan meteor,” ujar Cooke dikutip dari situs NASA, Selasa 12 Desember 2017.

Hujan meteor Geminid, menurut pegiat astronomi Langit Selatan, Avivah Yamani dalam tulisannya, diuntungkan dengan siklus bulan yang mana masih dalam tahap bulan sabit. Fase menuju bulan baru yang terbit pukul 02.25 itu tidak banyak mengganggu pengamatan hujan meteor Geminid.

Puncak hujan meteor Geminid diperkirakan terjadi pada 13-14 Desember 2017. NASA menuturkan, puncak hujan meteor bisa disaksikan mulai 13 Desember 2017 malam sampai fajar pada 14 Desember 2017. Cooke mengatakan, tiap menit pada saat puncaknya, meteor akan melesat.

Sementara itu, Avivah menyebutkan bahwa hujan meteor ini berlangsung sejak 4 Desember hingga 17 Desember 2017. Untuk puncak hujan meteor ini terjadi pada 14 Desember 2017.

Avivah mengatakan, hujan meteor Geminid melintas dengan kecepatan 35 kilometer per detik.

Hujan meteor ini muncul dari rasi Gemini, makanya dinamakan hujan meteor Geminid. Muncul dari rasi tersebut, tapi pengamat di seluruh dunia bisa menikmatinya.

“Aktivitas Geminid sangat luas. Tingkat hujan yang bagus terlihat antara pukul 19.30 pada 13 Desember dan fajar hari pada 14 Desember. Meteor yang paling terlihat terjadi dari tengah malam sampai pukul 04.00 pada 14 Desember,” tutur Cooke.

Hujan meteor Geminid muncul saat Bumi melintasi pecahan debu dan serpihan yang ditinggalkan oleh asteroid 3200 Phaethon. Asteroid ini mendekati Bumi setiap 1,4 tahun.

Baca juga: Cara Mengamati Hujan Meteor Orionid di Indonesia

Makin subur

Dalam sejarahnya, pengamatan hujan meteor Geminid baru berusia dua abad. Laporan pertama pengamatan hujan meteor ini muncul sekitar pertengahan 1800-an. Kala itu meteor yang muncul masih sedikit, hanya 10-20 meteor per jam.

Namun, kemudian seiring waktu, hujan meteor Geminid makin deras.

Dikutip dari Space, pada awal abad ke-20, pengamat melaporkan 20 sampai 25 meteor melesat pada hujan meteor Geminid.

Kemudian, pada 1940-an dan 1950-an, hujan meteor ini makin deras, masing-masing 30 dan 60 meteor per jam.

Pengamatan pada 1960-an menunjukkan tiap jam pada puncak hujan meteor Geminid muncul hampir 65 meteor. Pada akhir 1970-an, beberapa pengamat melaporkan ada 80 meteor per jam melesat.

Kini, pada puncak hujan meteor ini, sekitar 120 meteor per jam. Dengan makin meningkatkan jumlah meteor yang melesat tiap jamnya, tak heran NASA melabeli hujan meteor Geminid ini sebagai hujan meteor paling subur pada tahun ini.

Baca juga: Asteroid 3200 Phaeton Mendekati Bumi Bulan Desember Ini, Apakah Berbahaya?

— {sumber: Viva}—

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!