Penemuan

Google Doodle Hari Ini Beri Penghormatan Pada Max Born, Peraih Nobel Jerman

google doodle hari ini Max Born

SELIDIKI.COM – Dari penemuan komputer pribadi modern, laser, perangkat pencitraan medis (MRI), hingga serangkaian penemuan perubahan-permainan penting lainnya, penemuan ini secara signifikan telah membentuk antilogaritma pertumbuhan era teknologi saat ini.

Google Doodle hari ini pun memberikan penghormatan kembali kepada fisikawan Jerman Max Born atas kontribusinya terhadap bidang mekanika kuantum.

Pada hari ulang tahunnya yang ke-135, Google telah mendedikasikan doodle yang indah untuk menghormati Max Born, seorang pelopor yang konsepnya menjadi dasar yang menceritakan kisah pertumbuhan prediksi fisika Quantum modern.

Baca juga: Bagong Kussudiardja Jadi Sosok Tokoh Pilihan di Google Doodle Hari Ini, Siapakah Dia Sebenarnya?

Riwayat Hidup Max Born

Max Born Lahir di Breslau pada tanggal 11 Desember 1882 dari buah cinta suami istri, Profesor Gustav Born dan Margarete.

Max semasa kecilnya adalah seorang siswa yang luar biasa. Setelah menyelesaikan Ph.D. dari Universitas Göttingen, dia kemudian menjadi profesor fisika teoritis. Sebagai seorang Profesor, dia telah berkolaborasi dengan beberapa pemikir terbaik saat itu.

Selama pemberontakan Nazi, pada tahun 1933, Born dipaksa untuk berimigrasi ke Inggris di mana dia mengajar selama tiga tahun sebagai Dosen Stokes di Universitas Cambridge. Dia juga pernah menjabat sebagai dosen di Universitas Edinburgh selama hampir dua dekade sampai dia pensiun pada tahun 1954.

Baca juga: Pemutar Kejutan Ulang Tahun Google, Beri Kejutan 19 Hadiah Warna-Warni

Pada tahun 1954, Born dianugerahi Hadiah Nobel untuk “Born Rule”, sebuah teori kuantum untuk memprediksi lokasi partikel gelombang dengan menggunakan probabilitas matematis.

“Born Rule” menantang teori sebelumnya yang menyarankan persamaan gelombang adalah pengukuran yang tepat yang melibatkan eksperimen pengukuran fisik yang rumit.

Teorinya menunjukkan bahwa matriks atau “array angka dengan baris dan kolom” dapat menghasilkan hasil yang serupa, bergantung pada prediksi probabilitas.

Prediksi fisika kuantum pada masa sekarang ini terus mengambil dasar pada teorinya tersebut. Luar biasa bukan?

Baca juga: S. Chandrasekhar, Si Anak Ajaib Penemu Teori Evolusi Bintang Jadi Tokoh Inspirasi di Doodle Hari ini

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!