Daerah

Bendera Aceh Menjadi Polemik dalam Beberapa Momentum Khusus di Aceh

Bem Fakultas Hukum UNimal

SELIDIKI.COM, LHOKSEUMAWE – Bendera Bintang Bulan yang menjadi bendera Aceh menjadi polemik dalam beberapa momen, polemik ini terjadi biasanya menjelang Pilkada, Milad GAM, dan momen-momen lainnya.

Masalah bendera sendiri menuai banyak pro dan kontra dengan alasan politik dan alasan akademis.

Ada pihak yang mati-matian mempertahankan supaya Bintang Bulan harus berkibar, ada pula yang ragu-ragu, bahkan ada juga yang secara mutlak menolak bendera Bintang Bulan berkibar.

Menurut Razjis Fadli, ketua BEM Fakultas Hukum Unimal, Pemerintah Aceh harus tegas dalam mengambil sikap, eksekutif dan legislatif harus sepakat apakah bendera Bintang Bulan dikibarkan atau tidak.

Baca juga: Munzir Abe Bongkar Sosok James Riady, Konglomerat Tionghoa yang Akrab dengan Gubernur Aceh

Pasal 246 ayat ( 2 ) UUPA bahwa Pemerintah Aceh  dapat menetapkan dan menentukan bendera daerah Aceh sebagai lambang yang mencerminkan keistimewaan dan kekhususan.

Kemudian lahirlah qanun Nomor 3 tahun 2013 tentang Lambang dan Bendera Aceh. Namun kemudian qanun tersebut juga ditolak oleh Mendagri dan diminta untuk direvisi karena bertentangan dengan PP Nomor 77 Tahun 2007 pasal 4, 5, dan 6 dalam pasal pasal tersebut disebutkan bahwa bendera daerah tidak boleh berbentuk bendera gerakan terlarang / sparatis termasuk GAM.

“Nah dengan demikian pemerintah harus ambil sikap, apakah bendera Bintang Bulan dipertahankan atau di revisi sesuai permintaan pusat. Kalau kiri ya kiri habis, kalau kanan ya kanan habis. Jangan bertele-tele masalah bendera, kadang rakyat bosan dengan masalah itu itu saja”, tutur Razjis kepada Selidiki.com, Senin (04/12/2017).

Masih menurut Razjis pada dasarnya masyarakat sudah menikmati Aceh yang damai, tinggal pemerintah memanjakan rakyatnya dengan program-program yang pro rakyat.

“Saya sangat menghormati perjuangan para pejuang Aceh, dan berkat perjuangan itu kami bisa merasakan nikmatnya hidup di Aceh”.

“Tapi sekali lagi saya harapkan para elit politik ‘bek peugah haba ji’e‘, merawat perdamaian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah fokus utama” tutupnya. [Maimun Samudera]

Baca juga: BEM STIAN galang dana gabungan BEM STIAN galang dana gabungan untuk korban banjir Aceh Utarauntuk korban banjir Aceh Utara

—–

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!