News

Munzir Abe Bongkar Sosok James Riady, Konglomerat Tionghoa yang Akrab dengan Gubernur Aceh

Munzir Abe Bongkar Sosok James Riady Konglomerat Tionghoa Yang Akrab Dengan Gubenur Aceh

* Dari Aceh Utara Maimun Samudera Melaporkan

SELIDIKI.COM, LHOKSEUMAWE, EK-LMND Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Munzir Abe, merasa prihatin dengan kondisi Aceh belakangan ini yang menjadi perhatian dunia dan juga jadi perhatian investor lokal. Dalam hal ini kita harus jeli dalam melihat siapa nama yang muncul dalam keakraban Gubernur Aceh dan James Riady.

James Riady adalah seorang konglomerat tionghoa Indonesia yang termasuk jajaran orang terkaya di Indonesia. Hari ini Irwandi Yusuf memiliki hubungan akrab dengan James Riady dalam beberapa upaya kemajuan Aceh.

Munzir Abe menegaskan, “Masyarakat harus jeli dalam melihat sosok James Riady kerena ia adalah seorang kapitalis yang akan menjajah SDA Aceh untuk kemudian  masyarakat melihat saja proyek proyek besar yang akan dilaksanakan di Aceh”.

Baca Juga : Kenapa Aceh Tak Jadi Merdeka?

“Dengan kondisi Aceh yang seperti saat ini siapa saja mudah menggunakan kapitalisme sebagai kaki tangan imperialism  masuk ke Aceh untuk menguasai hasil alam Aceh. Maka dalam hal ini kami dari LMND (Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi), menghimbau kepada seluruh Masyarakat Aceh untuk mengenali sosok James Riady yang merupakan sahabat Gubernur Aceh tersebut. Supaya masyarakat Aceh jangan tertipu oleh kapitalis seperti masa penjajahan kolonial oleh snouck horgronje”, Tegas Munzir Kepada Selidiki.com Sabtu (2/12/2017).

Baca Juga : Dimata Hasan Tiro Aceh Sudah Merdeka?

Lebih lanjut Munzir Abe mengatakan, kalau kita lihat upaya pendekatan yang dilakukan oleh James Riady hampir sama dengan pola yang dilakukan Snouck pada saat itu, dalam hal ini seluruh elemen masyarakat harus jeli melihat sosok James Riady, kekuatan kapitalisme terbesar untuk menjajah hasil alam Aceh.

Akhir-akhir ini Gubernur Aceh mulai bekerja sama dengan kekuatan kapitalis sebagai kaki tangan imperialis dengan menanda-tangani beberapa proyek raksasa yang akan di laksanakan di Aceh. Proyek tersebut antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun lhokseumawe, cadangan migas Simeulue, dan beberapa proyek infrastuktur lainnya.

“Penjajahan gaya baru ini  jangan sampai terjadi di Aceh karena bisa merugikan masyarakat, karena kapitalis akan mengambil untung sebanyak banyak nya dari hasil alam kita dan akan membayar gaji karyawan serendah rendahnya. Kapitalisme tidak boleh hadir di Aceh, kami dengan tegas menolak segala bentuk imperialis(penjajahan) oleh kapitalis untuk menuju masyarakat adil, makmur, dan sejahtera”, Tutup Munzir.

Viralkan Beritamu, Uangkan Tulisanmu

 

 

—–

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!