Daerah

Saat Mahasiswa Memperjuangkan Keadilan, Malah Jeruji Besi Jadi Jawaban

Saat Mahasiswa Memperjuangkan Keadilan, Malah Jeruji Besi Jadi Jawaban, Mahasiswa Ditahan
Ketua LMND Banda Aceh | Al Farabi

*Maimun Samudera Melaporkan

SELIDIKI.COM, BANDA ACEH – Penahanan 2 mahasiswa tak berdosa Universitas Malikussaleh (UNIMAL) juga dapat respon dari Lembaga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Banda Aceh.

Penangkapan dan penahanan M. Rusdi Lami dan Muji Alfurqan, dua mahasiswa yang didakwa Pengadilan Negeri Lhokseumawe telah melakukan pengrusakan aset negara pada tanggal 20 Oktober 2017 hingga detik ini terus menjadi perbincangan publik.

Mereka ditahan pasca melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu (25/5/2017).

Mereka berorasi terkait 2 hal yakni keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe dan hanya meminta kejelasan transparansi anggaran dana desa.

Ketua LMND Kota Banda Aceh, Alfarabi Kutaraja dan juga selaku mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh ikut menaruh prihatin dan menyatakan sikapnya.

“Penahanan 2 mahasiswa ini menjadi saksi bagaimana suara kebenaran di bungkam dan ini menjadi kegagalan berdemokrasi di negari ini, saat ini kami statusnya selaku mahasiswa dan kami punya hak serta tanggung jawab dalam mengawal demokrasi dan birokrasi. Menjadi pertanyaan, ketika mahasiswa tidak pantas menyuarakan kebenaran. Jelas sekali kalau hukum di negeriku ini memihak kepada koruptor dan para pejabat, ya sama saja penegak hukum di negeriku ini bohong,” ujar Alfarabi dalam keterangan pers-nya yang diterima Selidiki.com, Senin (20/11/2017).

Baca juga : Haji Uma Siap Jadi Jaminan Penangguhan Penahanan Dua Mahasiswa Aceh

Menurut saksi mata mengatakan,  saat aksi berlangsung para mahasiswa merasa kesal karena tidak mendapatkan tanggapan dari sejumlah pejabat sehingga menimbulkan kericuhan antara mahasiswa dengan petugas yang menyebabkan kaca pintu sisi samping Kantor Bupati pecah.

Lantas 12 mahasiswa pun ditangkap dan dibawa ke Mapolres Lhokseumawe.

Setelah dilakukan pemeriksaan, 8 orang diperbolehkan pulang dan 4 orang lainnya ditahan di Mapolres selama 24 jam.

Setelah diperiksa, 4 mahasiswa itu dibebaskan oleh penyidik Polres Lhokseumawe dan dikenakan wajib lapor selama 3 bulan.

Disamping itu, polisi terus menyelidiki kasus tersebut dan hasilnya hanya 2 dari 4 mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka terkait pengrusakan aset negara. Kedua mahasiswa ini sekarang berstatus menjadi tahanan kota.

“Bagaimana lucunya hukum di negeriku ini yang menjadi permainan para koruptor dan pejabat negara. Niat baik mahasiswa memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan malah berujung ke jeruji besi”, ungkap Al Farabi menyesali hal ini bisa terjadi.

Baca juga : Seruan Aksi, Tidak Pulang Kalau Tidak Bersama #Save Mahasiswa

Hingga saat ini kasus mereka sudah memasuki 2 kali persidangan dan menunggu sidang ketiga pada, Rabu (22/11/2017) nanti.

“Jangan salahkan Kami dan segelintir mahasiswa lainnya jika akan terus mengawal dan menuntut keadilan di negeriku ini sampai kami mendapatkan kejelasan hukum dan dibebaskannya 2 rekan kami. Kami akan ikuti proses demi proses, dan satu pesan untuk para mahasiswa selaku tombak perjuangan nasional, kalau mulut dibungkam, usahakan tangan jangan dipatahkan. Jangan sampai kita mahasiswa cuma melihat saat keadilan dan kesejahteraan di rampas dari rakyat”, tegas Alfarabi.

Lanjutnya lagi “Apabila kedua mahasiswa ini tidak mendapatkan kebebasan dan tidak mendapatkan keadilan di negeri ini insyaallah kami dan segelintir mahasiswa akan menuntut keadilan untuk 2 mahasiswa yang tak berdosa ini, saya dan kawan-kawan lain siap menggerakkan 10000 mahasiswa untuk 2 orang manusia ini jika tidak mendapatkan keadilan di negeri sendiri.”

Baca juga : Mahasiswa Siap Kepung Lhokseumawe Jika Muji dan Rusdi Tidak Dibebaskan

SELIDIKI.COM Siap menerima informasi dan berita dari Anda dengan syarat dan ketentuan berlaku, hubungi kami di :  [email protected]

——

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!