Hukum

ASNLF di Brussels: Indonesia Bohong & Pelanggar HAM

SELIDIKI.COM, BRUSSELS – ASNLF kembali mendesak komunitas internasional agar mendukung rakyat Aceh dalam perjuangan meraih hak untuk menentukan nasib sendiri.

Dalam perkara HAM, mereka meminta Uni Eropa agar mengawasi keadaan di Aceh dengan mendesak Indonesia untuk mengakhiri impunitas yaitu menyelesaikan pelanggaran HAM berat akibat konflik.

Bagi ramai analis politik, MoU Helsinki boleh jadi merupakan sebuah contoh sukses penyelesaian konflik, namun bagi ASNLF MoU tersebut hanyalah sebuah kesepakatan yang sangat lemah.

Baca Juga : OPM Papua : Jika Pasukan Militer Indonesia Merasa Jagoan, Tunjukkan Kejantananmu

MESKIPUN dalam bulan Ramadan lalu, sejumlah delegasi Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) yang bermukim di Eropa mengirimkan delegasinya ke Brussels. Penyebabnya di ibukota Belgia itu diadakan sebuah konferensi yang membahas Hak-Hak Minoritas dan Kerjasama Regional di Asia Tenggara, Selasa pekan lalu (14/6).

Dalam hal ini, Aceh masuk dalam kategori wilayah yang dibincangkan tersebut. Utusan yang dikirim oleh organisasi pembebasan Aceh tersebut termasuk Bos mereka, Ariffadhillah, yang bermukim di Jerman.

Baca Juga : Membongkar Sosok Hasan Tiro Sang Proklamator Kemerdekaan Aceh

Seminar di salah satu ruang gedung parlemen Uni Eropa itu berlangsung sehari. Panitia pelaksananya organisasi UNPO yang bekerja sama dengan Taiwan Foundation for Democracy (TFD), the Haella Foundation dan anggota parlemen Uni Eropa, Urmas Paet MEP.

Sesi waktu untuk ASNLF diberikan kesempatan pada panel kedua. Ariffadhillah, akrab dipanggil Arif, mengatakan bahwa even itu terlaksana berkat lobi UNPO yang menawarkan kepada setiap anggotanya seperti Aceh dan lain-lain yang termasuk dalam wilayah Asia Tenggara untuk ikut berpartisipasi.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Sharing is caring!

Laman: 1 2 3 4

To Top
error: Content is protected !!