Hukum

Pengacara Pinta Doa untuk Ahok Pasca Kerusuhan Mako Brimob

Pengacara pinta doa untuk ahok

SELIDIKI.COM, DEPOK – Kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Teroris Markas Korps Brimob Cabang Salemba di Kepala Dua, Depok, pada Jumat sore, 10 November 2017, membuat khawatir keluarga dan pengacara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sedang menjalani hukuman 2 tahun penjara dalam perkara penistaan agama.

“Mohon doanya dari semua masyarakat Indonesia buat Pak Ahok,” kata Teguh Samudra, pengacara mantan Gubernur DKI Jakarta itu, kepada awak media, Sabtu, 11 November 2017.

Kerusuhan itu dipicu oleh salah satu tahanan yang tidak terima saat diperiksa seusai salat Jumat. Tahanan yang tidak disebutkan namanya tersebut lantas menyebut ucapan provokatif kepada petugas tim Densus 88. Seusai salat Jumat, para tahanan dimasukkan ke sel masing-masing oleh tim Densus 88. Sambil melaksanakan kegiatan tersebut, tim Densus 88 melakukan penggeledahan. Ada empat buah telepon seluler yang ditemukan.

“Ditemukan HP empat buah. Milik Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali,” kata dia Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Rikwanto.

Aksi provokatif tahanan kasus terorisme itu memancing petugas dan tahanan lainnya sehingga timbul keributan. “Ada tahanan yang sambil takbir keras-keras sehingga memancing tahanan blok sebelahnya,” ucap Rikwanto.

Menurut Teguh, setelah insiden di Rutan Terorisme itu Ahok tetap menjalankan kewajiban sebagai warga binaan yang taat hukum. Ahok tetap tegar untuk menjalankan kegiatannya selama berada di Rutan Mako Brimob.

Teguh menuturkan, kondisi kliennya aman dan sehat. Lokasi sel yang menjadi tempat penahanan Ahok berbeda dengan tempat kejadian kerusuhan. “Lokasinya Pak Ahok beda blok, ya,” ujarnya. (Selidiki/Tempo)

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!