Daerah

Fajri M Kasim : Referendum dan UUPA Adalah Sejarah Penting Bagi Aceh dan Indonesia

 

SELIDIKI.COM – November adalah bulan yang bersejarah bagi Rakyat Aceh, memori seakan diputar pada 18 tahun lalu. Kenangan akan rakyat Aceh pada Sidang Umum Masyarakat Pejuang Referendum (SU-MPR) Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, 8 November 1999.

Kala itu, semua elemen masyarakat bersatu tekad mengakhiri konflik Aceh secara bermartabat, sidang rakyat yang diklaim dihadiri lebih dari 1,5 juta rakyat Aceh di pelataran Masjid Raya Baiturrahman.

Rakyat Aceh ketika itu turut meluapkan kemarahan terhadap ketidak-adilan yang menimpa Aceh, rakyat juga diajak mendengarkan orasi tokoh-tokoh Aceh.

Orasi kedua juga disampaikan oleh Fajri M Kasim, ia menyebutkan mahasiswa tetap berkomitmen terus memperjuangkan tuntutan rakyat Aceh. Sidang tanpa kekerasan tersebut, juga dipandu sejumlah tokoh-tokoh Aceh dari atas mimbar.

Baca Juga : Abu Khaidir : Referendum Bukan Lelucon Politik

Ada Akmal Abzal (pemandu acara), Muhammad Nazar (SIRA), Faisal Ridha (Ketua Panitia), Tgk Nuruzzahri (HUDA), Tgk Bulqaini Tanjongan (pimpinan Rabithah Thaliban Aceh), Fajri M Kasim (tokoh mahasiswa), Cut Nur Asikin (aktivis perempuan), Tgk Muhammad Yus (Ketua DPRD Aceh), dan M Nasir Djamil (anggota DPRD Aceh).

Fajri M Kasim mengatakan Referendum dan UUPA merupakan sejarah yang sangat bermakna  bagi Aceh dan Indonesia, kejadian 8 November 1999 seluruh masyarakat Aceh dan Gerakan Mahasiswa pada saat itu berkumpul saling bahu-membahu dengan satu tujuan yang mulia, demi mengakhiri konflik yang berkepanjangan di Aceh serta menuntut hak-hak Aceh untuk diselesaikan secara bermartabat.

“Referendum adalah momentum sejarah yang harus diperingati dan dikenang serta dijaga dengan baik, karena pada saat itu Aceh dan  Indonesia memiliki sejarah yang Panjang, yang Berkesan, yang Bermakna, yang Bermartabat, yang Merakyat untuk menuju Aceh yang lebih baik adil dan damai”. Tegas Fajri M Kasim M. Soc. Sc kepada Selidiki  Rabu (8/11/2017)

Baca Juga : Buku Hasan Tiro, “Aceh di Mata Dunia”

“UUPA menjadi hal penting, sebagai daerah yang special bagi Indonesia, kita mengharapkan kedepannya Aceh harus lebih diperhatikan, hubungan Aceh dengan Jakarta harus dijaga dengan baik, karena banyak konflik yang telah dilalui oleh Aceh, maka rasa keadilan itu harus ada untuk mengingat kembali dan sudah selayaknya pengorbanan Rakyat Aceh dihargai serta dikaji kembali apa yang telah dilakukan Aceh untuk Indonesia”, Sambung Tgk. Fajri.

Lebih lanjut Tgk. Fajri M Kasim juga menyampaikan bahwa pemerintah harus arif dan bijaksana dalam memperhatikan Aceh baik dulu hingga sekarang ini, bagi kita, Aceh memiliki sejarah yang panjang dan punya modal besar terhadap kemerdekaan Indonesia, maka hak-hak Aceh harus diingat dan dikembalikan supaya Aceh menjadi lebih baik kedepanya “Sejarah Mencatat Bahwa Aceh menjadi sesuatu  bagi Indonesia”,  Tutup Fajri M Kasim M. Soc. Sc

SELIDIKI.COM Siap menerima informasi dan berita dari Anda dengan syarat dan ketentuan berlaku, hubungi kami di :  [email protected]

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!