Nasional

Sistem Birokrasi Anies-Sandiaga Kurang Transparan

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Gubernur Anies Baswedan yang baru diresmikan (kanan) dan wakilnya Sandiaga Uno berpose di depan kamera, 16 Oktober (Seto Wardhana)

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Berbeda dengan birokrasi transparan yang dijanjikan dalam kampanye gubernur mereka, Gubernur DKI baru Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno sejauh ini tampaknya menerapkan sistem birokrasi tertutup, yang membatasi akses media massa untuk kegiatan mereka di Balaikota.

Sebelumnya, selama masa jabatan 2012-2017, mantan gubernur Joko Widodo (jokowi), Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat mengizinkan wartawan dari berbagai organisasi media massa untuk mewawancarai mereka di hampir setiap tempat di gedung tersebut, termasuk di depan kantor mereka masing-masing.

Namun saat ini, sebagian besar sesi wawancara hanya diizinkan dilakukan di aula utama gedung yang disebut Balairung.

Puluhan wartawan yang hadir di balai kota harus menunggu Anies dan Sandiaga di aula utama konferensi pers.

Ini membatasi kemampuan wartawan untuk mencari tahu siapa yang mengunjungi gubernur dan wakil gubernur, dan juga untuk mempelajari topik apa yang sedang dibahas.

Berbagai pertemuan, yang biasanya terbuka untuk media, seperti pertemuan anggaran dan rapat hingga kepala kepala badan usaha milik negara, kini tertutup untuk umum.

Sandiaga mengatakan bahwa dia telah melarang para wartawan melakukan wawancara di depan kantornya karena latar belakangnya tidak cukup bagus untuk dipajang di televisi. “Wawancara dilakukan di Balairung karena latar belakangnya cukup bagus untuk dipajang di televisi,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DKI Jakarta Dian Ekowati mengatakan, wartawan dilarang mengikuti pertemuan untuk menciptakan atmosfir yang lebih teratur.

“Semakin tertibnya suasana, semakin terkonsentrasi peserta rapat,” kata Dian.

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!