Bisnis

PLN Dapat Pinjaman Rp 16,3 triliun untuk Pembangunan Infrastruktur

Direktur Utama PLN Sofyan Basir (Anton Hermansyah)

Direktur Utama PLN Sofyan Basir (foto: Anton Hermansyah)

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Perusahaan listrik milik negara PLN baru-baru ini telah memperoleh pinjaman sindikasi sebesar Rp 16,3 triliun (US $ 1,20 miliar) dari bank dan non-bank.

Itu adalah skema yang menggabungkan pembiayaan konvensional dan syariah – skema konvensional menyumbang Rp 12 triliun dan skema syariah menyumbang Rp 4,3 triliun – dengan masa periode 10 tahun.

“Ini adalah pertama kalinya PLN menandatangani pinjaman dalam skema syariah. Ini juga merupakan kredit syariah terbesar di Indonesia, “kata Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Jakarta, Kamis.

Lembaga pembiayaan yang terlibat dalam pinjaman sindikasi tersebut antara lain Maybank Indonesia, Bank Mandiri Syariah, Sarana Multi Infrastruktur, BNI Syariah dan Bank Permata Syariah.

Tahun ini, PLN membutuhkan sekitar Rp 86 triliun untuk mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan, atau naik 43 persen dibanding realisasi proyek pada 2016.

“Dukungan dari bank dan non bank ini sangat berarti bagi PLN,” kata Sofyan, seraya menambahkan tahun ini, tingkat elektrifikasi nasional diperkirakan 93 persen.

PLN ditugaskan oleh pemerintah dengan menerapkan program 35.000 megawatt, yang ditargetkan selesai pada 2019, namun hingga bulan ini, kurang dari setengahnya bisa diraih perusahaan pada kuartal III tahun 2017.

Sofyan menambahkan, dukungan dari lembaga keuangan merupakan kunci PLN menyelesaikan program 35.000 megawatt.

Saat ini, total aset PLN mencapai Rp 1,31 triliun, dibandingkan dengan Rp 1,27 triliun pada 31 Desember 2016.

—-

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!