Internasional

Indonesia, Jerman, dan Inggris Tidak Akan Mengakui Kemerdekaan Catalonia

Catalunya merdeka

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyatakan Indonesia tidak mengakui deklarasi kemerdekaan yang dilakukan oleh Catalonia. Menurutnya, Catalonia adalah bagian dari Spanyol.

“Indonesia tidak mengakui pernyataan sepihak kemerdekaan Catalonia. Catalonia adalah bagian integral Spanyol. Indonesia tidak akan mengakui kemerdekaan Catalonia,” ujar Retno, seperti dilihat detikcom dari akun Twitter Kementerian Luar Negeri, Sabtu (28/10/2017).

Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan pada Jumat (27/10) waktu setempat. Hal itu menyusul hasil voting yang digelar parlemen regional.

Dari total 135 anggota parlemen regional Catalonia, sebanyak 70 suara mendukung deklarasi itu. Sebanyak 10 suara menolak deklarasi itu dan dua suara abstain. Anggota parlemen lainnya yang merupakan oposisi, memboikot voting itu.

Reaksi bermunculan dari dunia internasional, khususnya sekutu-sekutu Spanyol di Eropa. Uni Eropa yang rawan terkena dampak kemerdekaan Catalonia menegaskan dukungan untuk pemerintah pusat Spanyol.

“Saya harap pemerintah Spanyol mendukung kekuatan argumen, bukan adu kekuatan,” kicau Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, via Twitter.

Selain Indonesia, beberapa negara lain pun menyebutkan bahwa mereka tidak mengakui kemerdekaan Catalunya untuk memisahkan diri dari Spanyol seperti Jerman dan Inggris.

Pemerintah Jerman telah menyatakan dukungan kepada pemerintah Spanyol. Jerman pun menyatakan tidak akan mengakui deklarasi kemerdekaan yang disampaikan parlemen Catalunya.

Hal senada juga diungkapkan juru bicara kantor perdana menteri Inggris mengatakan Jumat (27/10/2017) bahwa Inggris tidak akan mengakui kemerdekaan Catalonia sebagaimana dinyatakan oleh parlemen Katalunya.

Tak lama setelah parlemen Katalunya memilih untuk menyatakan kemerdekaan dari Spanyol, parlemen Spanyol memberikan persetujuan kepada Madrid untuk menerapkan pemerintah secara langsung melawan Catalonia.

“Inggris tidak dan tidak akan mengakui deklarasi kemerdekaan sepihak yang dilakukan oleh parlemen daerah Catalan,” kata juru bicara tersebut.

Pernyataan kemerdekaan tersebut didasarkan pada sebuah keputusan yang sebelumnya dinyatakan ilegal oleh pengadilan Spanyol.

“Kami lebih jauh ingin melihat bahwa peraturan hukum ditegakkan, bahwa konstitusi Spanyol dihormati dan kesatuan Spanyol dipertahankan,” tambah juru bicara tersebut.

Pemerintah Spanyol pada Jumat 27 Oktober 2017 langsung bergerak untuk mencabut wilayah tersebut dari status otonominya kurang dari sejam setelah parlemen Catalunya mengumumkan kemerdekaan.

Sikap kedua pihak telah membawa kemelut politik terburuk Spanyol dalam empat dasawarsa terakhir ke tingkat baru dan mungkin berbahaya.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy meminta semua pihak tenang dan mengatakan bahwa aturan hukum akan dipulihkan di tempat yang menurutnya lokasi para pemberontak sejak lama memimpikan negara terpisah

—–

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!