Hukum

TNI AL Selidiki Kasus Marinir Tewas dan Prajurit Ngamuk

Marinir TNI AL

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Kasus insiden seorang marinir yang tewas saat latihan di Daerah Latihan Yonif-8 Marinir Pangkalan Brandan, Taman Nasional Gunung Louser (TNGL) Sumatera Utara masih dalam proses pemeriksaan. Tewasnya anggota marinir itu, memicu sejumlah prajurit mengamuk.

“Kejadian tersebut menjadi perhatian jajaran TNI AL, masih dalam proses penyelidikan,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta melalui pesan singkat, Ahad (22/10).

Penyelidikan juga dilakukan terkait indikasi pelanggaran saat latihan. TNI AL saat ini masih melakukan investigasi sebagai bahan evaluasi dan bentuk pertanggungjawaban komando. “Ekses di internal satuan setelah meninggalnya anggota tersebut, dilaksanakan pengecekan dan penyelidikan lebih mendalam,” ujarnya.

Gig menambahkan apabila ditemukan pelanggaran akan diberikan sanksi kepada yang bertanggung jawab sesuai prosedur dan hukum yang berlaku. Sementara personel yang gugur tersebut telah dikebumikan di TPU Bulu Cina, Hamparan Perak, Sumatera Utara.

Sebelumnya ratusan prajurit TNI AL Batalyon Infanteri (Yonif) 8 Marinir dikabarkan mengamuk, Kamis (19/10) sore karena tewasnya seorang anggota bernama Praka Joko Suwito. Marinir Praka diduga tewas karena mengalami dehidrasi berat.

Satuan prajurit yang bermarkas di Bumi Tangkahan Lagan, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu pun menyerang rumah Komandan Batalyon (Danyon) dan Wakil Danyon.

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!