Nasional

Tahun Politik Semakin Dekat, PBNU Harap Sikap Partisipasi Politik yang Sehat dan Dewasa

Tahun Politik Semakin Dekat, PBNU Harap Sikap Partisipasi Politik yang Sehat dan Dewasa

Kiri ke kanan: Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (NU) Ali Maskur Musa, Ketua Umum Matakin Kong Hu Cu Uung Sendana, Moderator/Wasekjen Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Abdullah Wong, Wasekjen PBNU Suwadi P Pranoto, Indonesian Conference on Religion and Peace, Sekjen Indonesia (ICRP) Romo J Haryanto, dan Tokoh Hindu I made suparta dalam dalam diskusi yang digelar oleh Lesbumi NU bertajuk Meneguhkan Kebudayaan Bangsa, Memperkuat Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di bilangan Condet, Jakarta Timur, Sabtu (21/10/2017).(Fachri Fachrudin)

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Wakil Sekretaris jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU), Suwadi P Pranoto menilai, kecurangan yang dilakukan dalam pesta demokrasi akan merugikan banyak pihak. Termasuk juga pihak yang melakukan kecurangan tersebut.

PBNU, Suwadi, mengajak seluruh masyarakat agar berpartisipasi dengan tertib dalam pesta politik yang akan digelar mulai tahun depan.

“Kalau ribut kan juga rugi yang (bersaing) enggak sehat. Artinya, kami menyerukan persatuan, kompak, dan berpolitik secara sehat itu kan agar yang bersaing tidak dirugikan. Kalau pemilunya ribut, yang bersaing kan juga dirugikan, apalagi yang ikut membiayai,” kata Suwadi di sela acara diskusi di bilangan Condet, Jakarta Timur, Sabtu (21/10/2017).

Seperti diketahui, pada 2018 akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) Serentak di 171 daerah. Kemudian, pada 2019 akan digelar Pemilihan Umum ( Pemilu) Presiden dan anggota legislatif.

Sejumlah pihak mengkhawatirkan munculnya kegaduhan.

Suwadi menyampaikan, PBNU berharap seluruh pihak menunjukkan sikap partisipasi politik yang dewasa. Hal ini agar pesta demokrasi dapat berlangsung dengan aman, damai dan juga tertib.

“Jadi, kami menyerukan pemilu yang damai. Ini manfaatnya tidak hanya untuk yang ikut pemilu, tidak hanya untuk masyarakatnya, tapi semua pihak yang yang berkaitan dan berkepentingan dengan pemilu itu agar sama-sama untungnya,” kata dia.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengundang puluhan ulama Jawa Tengah ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Salah satu yang disampaikan Jokowi adalah terkait tahun politik yang sudah semakin dekat.

“Kami ingin sedikit mengingatkan kita semuanya bahwa tahun depan sudah mulai tahun politik,” kata Jokowi.

“Jadi kami mohon bantuan kepada seluruh pimpinan pondok pesantren, para ulama, kiai, pimpinan ormas, semuanya, agar tahun politik baik tahun depan maupun tahun depannya lagi itu kita jaga bersama,” tambahnya.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, Indonesia sudah beberapa kali mengalami pesta demokrasi. Kegaduhan memasuki tahun politik merupakan hal biasa.

“Ini kan rutinitas, tahun politik itu kan tiap tahun ada. Cuma yang agak hangat saat mendekati pemilu. Itu biasa saja,” kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

(Selidiki/Kompas)

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!