Daerah

Azhari Cagee: Bek Lebay

SELIDIKI.COM, BANDA ACEH – Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Azhari Cagee, meminta pengamat jangan asal dan lebay dalam menanggapi statementnya terkait dengan upaya DPRA mempertahankan UUPA di Mahkamah Konstitusi (MK).

Pengamat yang dimaksud adalah Juru Bicara (Jubir) DPP SURA, Murdani Abdullah. Sebelumnya, Murdani menganggap pemikiran Azhari Cagee tentang adanya kepentingan politik pribadi dalam gugatan UUPA oleh DPRA di Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai sebuah pemikiran kolot dan naif.

Politisi Partai Aceh ini pun berang. Ia malah menyerang balik Murdani dengan menyebut Jubir DPP SURA tersebut lebay. Pernyataan Murdani menurutnya adalah pernyataan politikus debutan.

BACA : Dimata Hasan Tiro Aceh Sudah Merdeka?

“Saya harap, saudara Murdani jangan lebay dan primitif dalam menanggapi sesuatu. Yang saya inginkan jelas, yaitu UUPA dipandang secara kekhususan dan diperlakukan sama untuk setiap pasal, tidak dipilah-pilah,” tegas Azhari Cagee saat menelepon Serambi, Jumat (20/10).

“Kita pernah mengalami fase-fase dimana pasal-pasal dalam UUPA dicabut dan digugat. Nah kenapa saat itu tidak ada yang pertahankan? Makanya jangan asal dan lebay dalam menanggapi sesuatu,” tambah Anggota Komisi VI tersebut. (sebelumnya tertulis Anggota Komisi I) Ia masih ingat ketika sengketa Pilkada di MK beberapa waktu lalu, di saat KIP justru berbeda pandangan dalam melihat UUPA, dan tidak ada yang menggugat persoalan tersebut ke MK. “Itu sebagai contoh. Beda pandangan itu biasa, tapi lihat dari perspektif positif dari tujuan menyelamatkan UUPA, bukan malah melakukan penilaian tendensius,” pungkasnya.

Sekretaris Fraksi PA di DPRA itu juga menjelaskan, apa yang diutarakannya di media ini dua hari lalu bertujuan agar UUPAdipertahankan secara kekhususan. Maksudnya, setiap pasal yang dicabut harus diperlakukan sama, baik bendera, lambang, himne, tapal batas, kewenangan, dan juga termasuk tata cara konsultasi.

“Ingat, Jakarta akan menilai kita lemah bila kita tidak konsisten, karena hanya pasal-pasal tertentu saja yang kita gugat,” tegas Azhari. Pihaknya juga mendukung upaya dari berbagai pihak yang melakukan gugatan untuk mempertahankan UUPA, karena UUPAmerupakan harta masyarakat Aceh dan kompensasi konflik yang terjadi di Aceh. Namun sekali lagi ia ingatkan, gugatan itu seharusnya dilakukan tidak setengah-setengah.

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!