Daerah

Irwandi Yusuf Ingin Dirikan Sekolah Pilot di Aceh

Irwandi Yusuf Ingin Dirikan Sekolah Pilot di Aceh

SELIDIKI.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf kembali hebohkan publik dengan isu pendirian sekolah pilot di Aceh, tidak hanya itu saja isu ini juga menjadi perbincangan hangat dari berbagai kalangan.

“Hoe yang tajak na Irwandi bak jep kupi pih bahas, Irwandi memang luar biasa” kalimat ini di kutip dari masyarakat yang sedang menikmati secangkir kopi di salah satu warung kopi Nisam Antara Kabupaten Aceh Utara, “Hana karu hoe ka gata, hahaha”  Ujar salah seorang warga Sabtu (07/10/2017).

Mari kita simak berbagai ulasan lainnya mengenai isu tersebut yang mendapat respon publik secara cepat meskipun pro dan kontra.

Menurut Irwandi, tujuan awal mengakuisisi sebuah sekolah penerbangan di Pulau Jawa yang sudah lama tidak beroperasi dengan harapan pesawat latih dan perangkat pelatihan penerbangan yang dimiliki sekolah penerbangan tersebut bisa dibeli dengan harga murah sebagai dasar untuk mendirikan sekolah pilot di Aceh.

Menyangkut pendirian sekolah pilot yang menurutnya butuh dana besar dan mahal. Sebelumnya, kata Irwandi, Pemerintah Aceh sudah pernah mengakuisisi sebuah sekolah penerbangan (pilot) di Pulau Jawa namun tak lama kemudian Lembaga Dirgantara Aceh (LDA) yang akan dijadikan cikal bakal sekolah pilot Aceh ditutup oleh gubernur sebelumnya.

Muhatir Muhammad, pekerja AVSEC di Bandara International Soekarno-Hatta sangat mendukung apabila pemerintah Aceh kembali memperbaiki dan membangun sekolah pilot di Aceh.

“Saya Muhatir salah satu dari sekian banyak pemuda Aceh yang sangat berkeinginan untuk sekolah pilot. Namun, karena biaya sekolah pilot yang terlalu mahal di Jawa dan tidak setara dengan pendapatan kita sebagai rakyat Aceh, maka niat itu pun kami urung”. Pungkasnya.

“Walaupun tidak bisa menjadi pilot, saya harap untuk pemerintah Aceh apabila nanti sekolah pilot telah berdiri, supaya dikhususkan untuk pemuda Aceh yang pertama menduduki sekolah pilot, karena inilah yang ditunggu-tunggu oleh pemuda Aceh khususnya yang mempunyai kemampuan di penerbangan dan cita-cita untuk menjadi pilot, ini akan sangat membantu untuk perekonomian Aceh, apalagi di Aceh banyak tempat-tempat wisata dan budaya”, tambahnya.

“Ini bisa kita gunakan untuk mengembangkan penghasilan dan pendapatan dalam bidang transportasi udara, untuk mengantar wisata baik dalam maupun keluar kota, dengan menggunakan pilot khusus dan pesawat dari Aceh, semoga ini cepat terealisasi, pak Irwandi Nova sehat selalu dan terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan pekerjaan untuk rakyat Aceh Amin”, tutup Muhatir saat di hubungi reporter Selidiki.com via telephone.

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Malikussaleh, Muhamad  Ali mengatakan “Kami siap mendukung, apabila program Sekolah Pilot direalisasi”, namun saran dari ketua DPM Unimal lebih lanjut, “Kalau memang sudah layak dan siap, lakukanlah dengan benar, jangan main-main, karena ini butuh dana besar, intinya kalau memang ini baik untuk kemajuan Aceh kedepan kami siap mendukung”.

Menurut Fakhrur Razi Ketua dari Eksekutif Wilayah Aceh – Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EW-LMND Aceh) menegaskan  “jangan bicara hal ini dululah, ini terlalu cepat, saya takut nanti hilang arah, dahulukan yang lebih penting dulu baru yang lain, saya mendukung, tapi yang ditakutkan keluar kata-kata “kapai-kapai tik adek kue lon saboh”  ini menjadi bahan pertimbangan buat kita semua, semoga Aceh menjadi lebik dan bermartabat kedepannya”.

Isa Karing dari Lembaga “Aceh Zona Aman”(AZAN) juga mengatakan kita harusnya mendukung program ini, karena dari satu dan berbagai hal lainnya merupakan sejarah yang harus kita ingat kembali, “tegas Isa”

“Apakah anda masih ingat Pesawat Dakota RI-001 Seulawah itu kan pesawat angkut pertama Indonesia yang sangat berjasa dalam mewujudkan kemerdekaan negeri ini. Dalam hati kecil para pendahulu sebenarnya menaruh harapan besar bagi kemajuan Aceh ke depan, Irwandi bukan orang bodoh dia Gubenur kita, kami yakin Rakyat Aceh belum lupa, dengan keberhasilan saat Irwandi jadi Gubenur dulu”, kenang Isa.

Sekarang, lanjut Isa, kalau ingin mendirikan sekolah pilot harus pikir-pikir dulu dan perlu pengkajian mendalam mengenai untung ruginya bagi rakyat Aceh.

Menurut penilaian Yudianto, staf ahli pesawat terbang di Dishub Aceh. “Kalau dilihat dari prasarana dan sarana yang dimiliki Pemerintah Aceh, untuk pendirian sekolah pilot kelas jauh di Aceh peluangnya cukup besar. Alasannya, perangkat untuk praktik dan latihan penerbangan sudah tersedia di Aceh. Tapi, apakah pengambil kebijakan semuanya sepakat mengenai hal itu,“ demikian Yudianto.

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!