Internasional

Referendum Catalonia: Pengunjuk Rasa Paksa 150 Polisi Keluar dari Hotel Setelah Melakukan Kekerasan

Referendum Catalonia Pengunjuk Rasa Paksa 150 Polisi Keluar dari Hotel Setelah Melakukan Kekerasan
Foto: independent.co.uk

SELIDIKI.COM, CATALONIA – 150 anggota polisi dipaksa keluar dari akomodasi hotel mereka di kota pesisir Calella, Catalonia pada hari Senin pagi setelah sebuah demonstrasi oleh penduduk setempat terhadap kebrutalan polisi dalam referendum yang dilarang di wilayah tersebut yang bermutasi menjadi demonstrasi pengusiran polisi.

Menurut surat kabar Catalan La Vanguardia, walikota kota pesisir ini, Monserrat Candini mengatakan kepada sekelompok 500 pengunjuk rasa pada hari Minggu malam. “Kami tidak ingin hotel di Calella menjadi barak.”

Para pengunjuk rasa berulang kali meneriakkan “Anda tidak diterima” di Garda Sipil.

Baca : Warga Tewas Ditembak di Bandung

Pada hari Minggu malam, selama kebuntuan, Polisi dilaporkan menuduh para demonstran, menerobos barisan polisi setempat, Mossos d’Esquadra, untuk mencapai pemrotes. Tidak ada laporan tentang luka-luka.

Menurut laporan keagenan, pagi ini Garda Sipil kini telah pindah, rupanya setelah telepon dari walikota ke pemilik hotel bersikeras mereka pergi, dan hotel itu sendiri sekarang telah menutup pintunya untuk umum.

Kelompok polisi negara Spanyol lainnya, yang tinggal di hotel yang berbeda juga di Calella tetap tidak terpengaruh oleh insiden tersebut, namun beberapa bar lokal tampaknya telah memasang tanda-tanda yang menolak untuk melayani mereka sebagai pelanggan.

Lebih dari 10.000 polisi dari luar Catalonia dirancang secara khusus selama dua minggu sebelum referendum.

Kelompok pertama dari 40 Garda Sipil tiba di hotel di Calella tiga minggu yang lalu, namun jumlah mereka meningkat menjadi sekitar 150 pada saat pemungutan suara itu sendiri.

Sekitar 850 orang terluka dalam referendum yang dilarang pada hari Minggu saat polisi negara bagian Spanyol dan garda sipil menghancurkan jalan mereka ke TPS dan menuntut calon pemilih. (Selidiki/independent)

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!