Daerah

Gunung Agung Terkini – Beginilah Kondisinya Saat Ini Berdasarkan Pantauan Pusat Vulkanologi ESDM

Gunung Agung difoto dari udara, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/BAMBANG P JATMIKO

Gunung Agung ketika diprotret dari angkasa, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/BAMBANG P JATMIKO

BALI, SELIDIKI.com – Setelah dinyatakan statusnya naik dari siaga menjadi awas (level IV) terhitung sejak 22 September pukul 20.30 Wita, aktivitas kegempaan masih terlihat di Gunung Agung.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi ESDM, gunung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, dari kemarin hingga hari ini secara visual terlihat jelas hingga berkabut.

Asap kawah putih tipis teramati dengan tinggu 50 meter di atas puncak.

Dari kemarin hingga hari ini secara visual gunungapi terlihat jelas hingga berkabut.
Asap kawah putih tipis teramati dengan tinggi 50 m di atas puncak.

Melalui rekaman seismograf, pada tanggal 19 September 2017 terekam 427 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 20 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan 11 kali Gempa Tektonik Lokal.

Pada 20 September 2017 terekam 563 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 8 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB).

Pada 21 September 2017 terekam 82 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 592 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 51 kali Gempa Tektonik Lokal (TL).

Pada 22 September 2017 terekam 119 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 586 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 119 kali Gempa Tektonik Lokal (TL).

Pada 23 September 2017 pukul 00:00 WITA hingga pukul 06:00 WITA terekam 16 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 72 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 6 kali Gempa Tektonik Lokal (TL).

Berdasarkan aktivitas terakhir Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3142 m dpl, Pusat Vulkanologi merekomendasikan agar masyarakat di sekitar pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di dalam area kawah G. Agung di dalam radius 9 km dari kawah puncak G. Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 12 km.

Terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 22 September 2017 Pukul 08:45 WITA, terkait dengan meningkatnya aktivitas kegempaan vulkanik yang sangat signifikan. Material abu letusan belum teramati. (Sumber: ESDM.go.id)

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!