Internasional

Gempa Meksiko Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Warga Ketakutan

Foto: abcnews.go.com

CIUDAD DE MEXICO – Pasca guncangan gempa dengan kekuatan 7,1 skala Richter (SR) di Meksiko, saat ini kekhawatiran baru menghantui para warganya. Mereka ketakutan tidak dapat kembali ke rumahnya karena merasa tidak aman lagi.

Sebagaimana dikutip dari Sky News, Kamis (21/9/2017), gempa dahsyat itu telah meratakan 40 bangunan di Mexico City atau Ciudad de Mexico dan menyebabkan setidaknya 220 orang kehilangan nyawanya. Dilaporkan, 21 orang di antara korban tewas tersebut merupakan anak-anak yang tengah berada di sekolah.

Direktur Eksekutif Oxfam di Meksiko, Ricardo Fuentes-Nieva, mengatakan kepada Sky News bahwa saat ini fokus bantuan adalah untuk orang-orang yang tidak bisa kembali ke rumahnya. Sekadar informasi, Oxfam merupakan organisasi konfederasi internasional amal yang berfokus pada pengentasan kemiskinan global.

Nieva mengklaim, ia merupakan salah satu warga Meksiko yang kehilangan rumahnya akibat gempa dahsyat tersebut. “Saya berlari menuruni tangga, saya berlari bersama adik perempuan saya dan kami hampir kehilangan keseimbangan. Kami menyeberang jalan menuju lapangan kecil dan dari sana kami bisa melihat bangunan-bangunan bergerak seperti petarung mabuk yang saling bertarung satu sama lain,” ujar Nieva.

Nieva menyebut bahwa itu merupakan pengalaman paling mengerikannya ketika melihat gedung-gedung saling bertabrakkan dengan salah satunya yang akan roboh. “Saya tunawisma sekarang karena flat saya rusak parah dan tidak aman untuk tidur di sana. Dan inilah langkah selanjutnya dalam krisis kemanusiaan jadi fokus sekarang adalah mencari orang-orang yang selamat di bawah reruntuhan,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Oxfam itu menuturkan bahwa kelak orang-orang yang diselamatkan dari puing-puing bangunan akan membutuhkan tempat berlindung yang layak. “Ini akan menjadi bagian kedua dari respons (darurat-red), semalam ada dua juta orang di Ciudad de Mexico tanpa listrik,” tambahnya.

Ribuan relawan dan tim tanggap darurat ddikabarkan bekerja tanpa henti untuk mencari orang-orang yang tertimbun puing-puing bangunan. Setidaknya ada 30 anak-anak dan 12 orang dewasa yang masih dinyatakan hilang pasca-gempa dahsyat itu.

 

-Okezone.com-

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!