Edukasi Islam

Abu Khaidir Minta Pemerintah Fasilitasi Ulama Live Streaming di Internet

Banda Aceh, Selidiki.com – Abu khaidir yang akrab disapa sahabat Irwandi Yusuf (gubernur Aceh) saat ini, meminta pemerintah untuk memfasilitasi ulama dalam menyiarkan pengajaran agama islam melalui media internet.

“Ke depannya ulama Aceh harus lebih diperhatikan oleh pemerintah, tujuannya adalah untuk mempereratkan hubungan ulama dengan masyarakat, dengan begitu nilai-nilai keagamaan tetap melekat di benak rakyat Aceh”, pungkas Abu Khaidir saat ditemui tim Selidiki.com (17/09/2017) di Banda Aceh.

Ia juga menambahkan jika pemerintah bersedia memfasilitasi ulama untuk melakukan tausiyah melalui Live Streaming di YouTube, Facebook, dan media sosial lainnya tentu impian masyarakat Aceh sudah terjawab.

Abu Khaidir bersama ulama kharismatik Aceh beberapa waktu yang lalu (foto: Muliyadi/Selidiki.com)

Abu Khaidir bersama ulama Aceh beberapa waktu yang lalu (foto: Wali/Selidiki.com)

“Bagaimana tidak sekarang coba Anda bayangkan, masyarakat Aceh tersebar di berbagai daerah bahkan di luar negeri seperti Malaysia, Australia, dan Amerika. Jika disaat ada pengajian atau ceramah yang bisa di tonton secara langsung seluruh ummat islam, bahkan mereka dapat bertanya jawab secara langsung meskipun yang nonton dari luar negeri.”

“Bukankah Aceh ini dijuluki sebagai Serambi Mekkah? maka sudah sepantasnya kita yang memberikan contoh untuk yang lain”, sambung Abu Khaidir sembari mempertanyakan kondisi ummat saat ini.

Khurram T. Dara, penulis “The Crescent Directive: An Essay on Improving Image of Islam in America” juga pernah mengatakan bahwa “Hari ini media adalah semacam ‘mata di langit,’ bisa meneliti setiap dan semua tindakan”.

Media sosial memang menyajikan kesempatan besar bagi kita untuk menjangkau orang-orang yang mungkin sudah renggang dengan islam atau tidak tahu tentang pemahaman Ahlusunnah waljamaah.

Baca juga: Perppu Ormas Disahkan Jadi Undang-Undang, Pemerintah Kini Bisa Bubarkan Ormas Mana Saja

Ribuan orang Amerika belum pernah bertemu dengan seorang Muslim namun mereka memiliki akses kepada kita melalui media sosial. Apakah Anda ingat seperti apa hidup Anda 15 tahun yang lalu? Bagaimana Anda berkomunikasi dengan orang lain? Bagaimana Anda menerima berita Anda? Berbagi informasi? Dalam dekade terakhir ini, hidup kita telah selamanya berubah dan kekuatan media, khususnya media sosial, telah mempengaruhi dunia di sekitar kita secara signifikan“. Sambung Abu Khaidir Pasee saat di wawancarai tim Selidiki di tempat kediamannya.

Mantan Ketua Umum PBNU, Almarhum KH. Hasyim Muzadi juga pernah mengajak ulama Ahlussunnah waljamaah bangkit menyelamatkan agama.

Menurutnya pula, ulama memang harus mengajarkan kepada masyarakat Islam Ahlussunnah wal jamaah ajaran yang benar, aktif mengisi forum-forum pengajian di masjid dan juga mushalla.

“Biasanya ulama tak mau ramai-ramai sehingga yang menang yang suka ramai-ramai. Ulama terlalu sungkan sehingga yang menang yang tidak sungkan-sungkan,” tambahnya.

Baca Juga: Abu Khaidir Hadiri Acara Silaturrahmi Tim Rakan Abu Khaidir Pasee

Mengingat zaman yang berubah, menurut Hasyim ulama juga harus pandai mengemas ajaran agama yang sebenarnya ajaran lama dengan kemasan baru yang lebih menarik.

“Sekali lagi, ulama jangan diam. Sekarang agama memanggil untuk mengajarkan syariat yang benar, juga negara yang kini dilanda berbagai problema,” tegasnya seperti dilansir Selidiki.com dari media KOMPAS.

Dikatakannya pula, ulama harus tampil membenahi masyarakat dan memberikan teladan karena Indonesia kini dilanda krisis keteladanan.

InsyaAllah, sambung Abu Khaidir, kedepannya dengan Do’a para Ulama  segala impian dan cita-cita pemerintah untuk membangun Aceh dapat terlaksanakan dengan baik, Pasca tsunami Aceh telah menjadi “kota Internasional” di mana pada saat itu berbagai jenis suku dan bangsa dari negara asing saling bekerja untuk membangun Aceh yang porak poranda. Pada saat itu Aceh  telah membuktikan kemampuan kerja samanya lewat kemitraan lintas provinsi dan negara, sehingga networking-nya menjadi luas. Hal ini akan menjadi modal utama dalam membangun kemitraan ke depan untuk membangun Aceh menjadi lebih baik.

Harapannya ketiga perspektif tersebut dapat menjadi tonggak yang kokoh untuk membangun Aceh menjadi lebih baik; lebih bermartabat, islami, harmonis, dan sejahtera. Semoga!

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!